Terimakasih telah berkunjung di blog HESTI

Selasa, 18 Desember 2012



NILAI DAN NORMA SOSIAL
        Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai didefinisikan sebagai kadar, mutu, atau sifat yang penting dan berguna bagi kemanusiaan. Sementara itu, nilai budaya dan niali social didefinisikan sebagai konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dari definisi ini dapat kita simpulkan bahwa nilai merujuk kepada sesuatu yang sangat penting dan berguna bagi kemanusiaan.

            Dalam sosiologi nilai didefinisikan sebagai konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Contohnya orang menganggap menolong bernilai baik sedangakan mencuri bernilai buruk. Dengan demikian, perbuatan saling mnolong merupakan sesuatu yang bernilai dalam kehidupan masyarakat. Bernilai dalam kehidupan social inilah yang disebut dengan nilai social. 
Beberapa pendapat para ahli tentang nilai sosial:
  1. Soerjono Soekanto mendefinisikan nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Dengan demikian, nilai social adalah nilai yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat.
  2. Kimball Young merumuskan nilai social sebagai unsure-unsur yang abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya. 
  3. A.W. Green merumuskan nilai social sebagai kesadaran yang berlangsung secara relative, disertai emosi terhadap obyek dan ide orang perorangan. 
  4. Woods mengatakan bahwa nilai social merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
  5. B. Simanjuntak merumuskan nilai sebagai ide-ide masyarakat tentang sesuatu yang baik. 
  6. Robert M. Z. Lawang mengatakan bahwa nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan mempengaruhi perilaku social orang-orang yang memiliki nilai tersebut. 
  7. C. Kluckholn melihat bahwa semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup hal-hal berikut:
a.     Nilai mengenai hakikat hidup manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan bahwa hidup itu indah.
b.     Nilai mengenai hakikat karya manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan bahwa manusia berkarya demi harga diri. 
c.  Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. Misalnya, ada manusia yang berorientasi pada masa lalu atau masa depan.
d.      Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam.
e.     Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya. Misalnya, ada manusia yang berorientasi pada individualism.
Penilaian manusia terhadap suatu hal sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahamannya akan hal tersebut. Tingkat pemahaman itu umumnya menyangkut berbagai aspek kehidupan, misalnya aspek politik, aspek social, aspek ekonomi.
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar